Menjadi Manusia

Manusia tercipta beserta anugerahnya dari Tuhan Yang Maha Esa. Kelahirannya disertai oleh tujuh saudara yang menyelimutinya sebagai raga, tiga saudara menjadi raga halusnya dan empat saudara lainnya sebagai raga kasarnya. Sebagai raga halus, tiga saudara itu berada dalam satu tempat yang di sebut angan-angan. Angan-angan itu bukan fantasi maupun imajinasi semata, tetapi segala awal dari tindakan yang akan mereka lakukan. Sedang empat saudara lainnya merasuk dalam badan jasmani dari unsur yang dibentuk oleh masing-masingnya. Unsur-unsur itu juga tidak lain yang menjelma menjadi nafsu-nafsu yang dimiliki manusia.

Tiga saudara yang berada di angan-angan, adalah mereka yang menguasai cipta manusia, mengatur segala hal yang masuk melalui pancaindera. Kemudian diolah oleh saudara kedua, iala nalar, dan akan diputuskan antara baik dan buruknya oleh saudara ketiga, ialah pangerti. Sebagaimana mereka bersemaya, mereka adalah pengendali dari tindak-tanduk manusia. Baik buruk yang akan dilakukan adalah penguasaan dari ketiga saudara tersebut.

Namun demikian, ketiga saudara itu juga tidak akan dapat berjalan tanpa bantuan dari empat saudara lainnya. Ialah Amarah yang mengendalikan nafsu kemauan, mendorong selalu maju atau hanya akan menimbulkan kerusakan akibat kesewenang-wenangannya. Ialah Luwamah yang memperkuat badan jasamani dengan mengasupnya dari makan, tidur, minu, dan syahwat, atau justru hanya akan mempermalaskan manusia. Ialah Sufiah yang memberikan manusia memiliki keinginan, namun ego sentrifugal yang hanya memikirkan dirinya atau egosentrifugal yang hanya memikirkan orang lain yang akan dipilih. Dan ialah Mutmainah, segala hal yang menginginkan untuk membentuk orang lai, hanya saja apakah dia hanya mengeluarkan bantuanya tanpa dipikirkan baik buruknya bantuan atau tidak.

Semua nafsu itu baik, karena manusia hidup tanpa nafsu justru mereka telah mati. Namun sebaliknya, manusia yang hanya hidup untuk nafsu dia pun juga telah dikatakan mati. Manusia yang tanpa nafsu adala mati dalam arti sesungguhnya sedang yang hanya untuk nafsu adalah hatinya yang telah mati. Baik buruknya nafsu-nafsu itu bergerak adalah tergantung dari ketiga saudara yang bersemayam di dalam angan-angannya.

0 komentar: